Selasa, 19 Maret 2013

COMPLIANCE (2012)


            Caution – Mungkin review ini menimbulkan spoiler, jadi ada baiknya menonton film ini dulu sebelum membaca review ini.
            Suatu siang, disebuah restoran cepat saji bernama Weekend , Sandra (Ann Dowd) sang supervisor, yang baru saja bertunangan dengan kekasihnya bernama Van (Bill Camp), mendapatkan telepon dari seorang polisi yang mengaku bernama Ofiicer Daniels.Sang Officer mengaku mendapatkan laporan dari seorang pelanggan Weekend bahwa uangnya telah dicuri oleh pegawai mereka yang bernama Becky (Dreama Walker), Sang polisi kemudian meminta bantuan Sandra untuk menghandle masalah ini sampai polisi datang ke tempat kejadian, dan dalam sekejab, hari yang biasa itu kemudian berubah menjadi hari yang sangat “mengerikan” dan merubah hidup mereka selamanya.

            Apakah kata “mengerikan dan merubah hidup mereka selamanya” adalah penggambaran yang terlalu berlebihan ? entahlah.Namun bagi apa yang terjadi dalam 1.5 jam berikutnya benar-benar membuat saya sebagai penonton menjadi geram dan marah setengah mati.Ya, melalui sebuah sambungan telepon, memamfaatkan kelengahan logika cara berpikir kita, Complaince menunjukkan bahwa hal-hal yang terburuk dapat terjadi tanpa kita sadari.Dimana dan siapapun kita.
            Film ini memang menggambarkan tentang bagaimana sebuah metode “pencucian” otak atau istilah umumnya, Hipnotis itu dilakukan.Bagaimana alur pikiran manusia, mampu di kelabui dan akhirnya dimanipulasi oleh  kondisi sekitarnya yang sengaja dikondisikan agar penuh dengan ketakutan dan  keramaian yang bercamput aduk.Dan Ketika jeda waktu yang diberikan untuk berpikir itu nihil, seorang individu dapat melakukan hal-hal yang tampak sama sekali tak masuk akal bagi orang yang berada diluar lingkungan tersebut.
            Mungkin ada yang tertawa ketika melihat bagaimana para korban disini mampu melakukan hal-hal yang tak masuk akal disini, namun ketika kita melihat banyak nya penipuan di negeri kita sendiri dengan hanya menggunakan telepon atau pun text message, semua nya menjadi masuk akal bukan ?
            Ya, sekali lagi, saya percaya bahwa film ini memang dibuat berdasarkan atas kejadian nyata, seperti tag line yang tercantum di awal film ini diputar, dan memang ada baiknya kita semua yang menonton untuk memahami cara berpikir para korban dari sisi yang sama ketika mereka mengalami peneroran, sekaligus mempelajari itu agar dapat membentengi diri kita sendiri dari kemungkinan itu terjadi kepada kita sendiri.(Saya mengatakan ini karena saya sendiri sudah pernah mengalami ini sebelumnya).
            Balik ke film nya sendiri, yang memang “miskin” nama  bintang, harus diakui, Compliance adalah sebuah film yang sangat solid, simple aja, seperti yang saya katakan diatas, perasaan geram dan marah terus saya rasakan sepanjang film, yang berarti bahwa  film ini benar-benar terasa nyata.Akting para pemainnya benar-benar mampu membuat kita percaya bahwa semuanya adalah nyata.Spotlight kepada dua pemerannya, Sang peneror (Pat healy) dan Sandra (Ann Dowd) yang menjadi korban sekaligus dia sadari adalah perpanjangan “tangan” dari sang pelaku.
            Overall, Compliance adalah sebuah drama manipulasi pikiran yang mungkin bagi sebagian penonton akan menggelikan dan mengundang tawa, namun bagi yang pernah mengalami kejadian yang mirip, drama hebat ini benar-benar mampu mengaduk-aduk emosi.

2 komentar:

Luthfi Prasetya Putra mengatakan...

Wah, ini film bikin gemes sendiri sih. Tegang tapi permasalahannya (dan sesungguhnya) bisa diselesaikan secara cepat. Shock juga ternyata kasus kayak gini sering banget kejadian di AS sana.

novry mengatakan...

iya nieh..emosi sepanjang film..dan kalau gak.ada keterangan.true event mungkin ga nyangka kalau.ini real..