Sabtu, 09 Maret 2013

ARGO (2012)




Jadi ini lah peraih penghargaan film terbaik di perhelatan Oscar 2013 kemarin, sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang Ben Affleck yang karier nya sebagai sutradara masi seumur jagung.Setelah Driving Miss Daisy, baru kali ini sang sutradara sebuah film terbaik tidak masuk dalam nominasi sama sekali.Namun dengan didapuknya sebagai Best Picture dan sederet penghargaan lain dalam award season, para kritikus telah mengakui bahwa anak kemarin sore ini telah menjadi seseorang.So , is ARGO that great ?

            Tony Mendez ( ben Affleck ) adalah seorang Agen CIA yang dilibatkan pemerintah AS, untuk membuat rencana pembebasan 6 pekerja pemerintahan yang berhasil meloloskan diri dari serangan para revolusioner Iran yang menyerang kedubes AS, walau berhasil meloloskan diri, namun mereka “terjebak” di kedutaan Canada.Dan dengan berjalannya waktu, tinggal menunggu waktu saja bagi para revolusioner itu untuk menyadari bahwa ada 6 orang yang hilang dari list para pekerja kedutaan tersebut, dan kemungkinan eksekusi terhadap mereka menjadi kemungkinan yang sangat mengerikan.
            Untuk menyelamatkan para pekerja itu, Tony akhirnya menyodorkan sebuah ide gila, dengan menyamarkan mereka sebagai Kru dalam sebuah pembuatan film berjudul ARGO, dan agar terlihat meyakinkan, Ia meminta bantuan Lester Siegel ( Alan Arkin ) dan John Goodman (saya lupa nama karakternya :p) yang memang adalah produser film Hollywood beneran untuk membuat pra produksi dari film ini.Ditengah berbagai kemungkinan gagal yang sangat besar, Tony berpacu dengan waktu dalam bahaya yang tidak hanya mengancam nyawa 6 pekerja tersebut, namun juga nyawanya sendiri.
            Well, kesalahan saya adalah menonton film ini setelah banyaknya review positif yang “menyanjung” film ini, sehingga ekspektasi saya membubung sangat tinggi, dan ketika melihat thriller nya, harus saya akui ternyata saya telah salah menebak.
“MINOR SPOILER” saya menyangka bahwa Tony akan berangkat ke Iran bersama dengan banyak kru film, namun ternyata Tony hanya berangkat sendirian kesana.Sehingga saya menyangka kalau film ini akan jauh lebih kolosal.(membawa banyak orang masuk kesebuah Negara dan membawa keluar kembali dengan bertambah 6 orang tentu akan jauh lebih sulit dan epik bukan ? . END OF “SPOILER”
            Jujur saya merasa Argo sedikit overrated bagi saya, bukan berarti saya mengatakan ini film yang buruk, namun ternyata setelah saya credit title bergulir, saya tak malu mengakui bahwa saya terhibur, namun ternyata tidaklah sedahsyat yang saya bayangkan.Ketegangan yang saya rasakan menjelang klimaks film sendiri tidaklah setegang yang saya perkirakan sebelumnya.Dalam arti ketika saya merenungkan keseluruhan tensi dari awal sampai akhir, Argo tidaklah seluarbiasa yang saya perkirakan ( dan harapkan ).
            Tapi hey, Argo tetaplah sebuah pencapaian hebat dari Ben Affleck, naskahnya benar-benar solid dari awal sampai akhir.Seperti ZERO DARK THIRTY, hampir tidak ada adegan yang terbuang percuma dalam film ini, semua saling mengisi dengan tepat.Ben Affleck tidak mengajak kita para penonton untuk berkantuk-kantuk ria mengikuti kisah politik yang biasanya dipenuhi dialog-dialog panjang nan membosankan, namun sebaliknya, potongan-potongan adegannya dibikin seringkas dan sepadat mungkin untuk membangun pondasi ketegangan yang akhirnya di tutup oleh 15 menit terakhir klimaks yang sungguh mengasyikkan.
            Dari departemen akting, boleh dapat dikatakan, Argo diisi oleh ensemble actor yang brilian, semua pas sesuai kadarnya, bahkan termasuk karakter-karakter minor seperti para demonstran, revolusioner, para tawanan, dll.Alan Arkin sebagai Lester Siegel memang mampu mencuri perhatian dan akhirnya membuahkan nominasi supporting actor di perhelatan oscar kemarin, walau ia hanya kebagian screen time yang sedikit, walau bagi saya, tidak lebih baik dari Bryan Canston dan John Goodman yang juga bermain bagus.
            Overall, mungkin memang kesalahan saya yang salah dalam berekspektasi, sehingga membuat saya tidak terlalu terkesan, dan akhirnya menempatkan Argo sebagai urutan ketiga dibawah Django dan Zero Dark thirty diantara para nominator Oscar 2013 ini sebagai yang paling menghibur, namun tak dapat dipungkiri, ARGO tetaplah sebuah karya yang sangat menghibur dari seorang Ben Affleck, and He Should Get at least a nomination in the Oscar, a shame..


4 komentar:

Luthfi Prasetya Putra mengatakan...

Salah satu film favorit gue di 2012. Hampir barengan nih kita, gue baru bisa ngepost reviewnya besok, hehehe

novry mengatakan...

hehe..ditunggu reviewnya besok...


gasoline sky mengatakan...

filmnya memang overrated dan ben afleck sendiri tidak pernah kepikir filmnya menang di oscar tetapi filmnya cukup solid walaupun 30 menit pertama agak lambat tetapi akhir 30 menit sangat menegangkan tanpa menggunakan CGI atau adegan action berlebihan. sesuatu yg jarang di era hollywood sekarang.

novry mengatakan...

senang ada yang setuju kalau Argo rada overrated,walau tetap ini sebuah karya yang solid dari Mr Ben..kemajuan banyak dari The Town yang menurut saya dulu kalah menghibur dibanding Argo