Kamis, 03 April 2014

HOW I MET YOUR MOTHER : FINAL SEASON –and WHY I REALLY LOVE THE ENDING


Saya ingat beberapa tahun yang lalu, tanpa sengaja saya mendapatkan dvd serial ini didalam list saya.Waktu itu saya sangat meremehkan serial ini, karena dari judulnya yang terasa “norak” dan pasaran.Saya berpikir bahwa ini pastilah salah satu serial yang mencoba mengekor atau meniru kesuksesan serial FRIENDS yang mencetak hits dimana-mana.Lama sekali serial ini hanya teronggok tak tersentuh sampai suatu hari saya memutuskan mencoba karena tak ada film lain yang menarik hati saya.

And..Boom..

Dimulai dari episode pilot yang menurut saya adalah salah satu episode pilot terbaik dan paling romantis yang pernah saya saksikan, saya tak dapat berhenti untuk terus menyaksikan serial ini dan Tumbuh bersama mengikuti keseluruhan hidup para The Gang sampai akhirnya, 2 hari yang lalu, saya ikut mengharu biru menyaksikan final episode dari kisah pencarian sang tokoh utama Ted ( Josh Radnor ) mencari jodohnya.Love it ? YES..I LOVE IT..
            Akhir season 8 kemarin berhenti ketika pertama kalinya wajah the Mother muncul dan mengkakhiri rasa penasaran dari jutaan fans HIMYM di seluruh dunia.Christin Milloti dipilih untuk memerankan salah satu karakter yang paling misterius dalam sejarah pertelevisian di Amerika.Dengan tampaknya wajah sang mama, apa lagi yang tersisa dari Final season ini ?, tentu kisah bagaimana sebenarnya akhir dari pesta pernikahan Robin dan Barney, kisah hidup Marshall dan Lily (apakah mereka akan pindah ke Roma ataukah masih berada di New york), dan yang terpenting adalah bagaimanakah sosok sebenarnya dari si mama, dan bagaimana sebenarnya pertemuan nya dengan Ted yang akhirnya berujung lahirnya dua anak yang harus setia duduk mendengarkan cerita Ted selama 9 tahun.
            Beberapa season terakhir dari HIMYM banyak dikritik dan berkurang greget nya karena dianggap terlalu bertele-tele dan terkesan dipanjang-panjangkan dalam penyajiannya, antara lain karena mungkin karena  belum adanya kepastian kapan serial ini akan diakhiri sehingga duo creator nya (C & C ) mungkin harus memutar otak untuk mengisi kisah mereka ini dengan banyak sekali episode-episode filler.Namun karena season ini adalah season yang terakhir, creatornya menjadi lebih leluasa untuk “melepaskan” semua amunisi mereka dan mengurangi episode-episode yang tak penting ( walau tetap ada beberapa yang memang terkesan dipaksakan ).Dan inilah membuat season 9 ini menurut saya kualitasnya mendekati kualitas season-season awal HIMYM yang membuat saya dahulu jatuh cinta.
            Season 9 ini seperti yang di gaungkan sebelumnya sebagian besar berfokus pada hari pernikahan Barney dan Robin berserta segala kendala-kendala yang terjadi.Dalam perkembangannya, kisah cinta antara Ted dan the Mother – (saya tak akan katakan nama sang mother ), disajikan dalam cuplikan-cupikan time line yang tidak linear ( salah satu ciri khas dari HIMYM), boleh dibilang season ini memang milik the mother dan harus diakui membuat acara utama pernikahan Robin-barney dan kelanjutan keluarga Marshall- Lily sepertinya menjadi sedikit tidak menarik lagi ( at least for me LOL).
            Seperti yang saya katakan di atas, bagi saya kualitas Season terakhir ini mengingatkan saya akan kualitas season-season awal dulu.Banyak joke-joke yang cukup segar dan original, twist-twist yang mengejutkan, termasuk NASKAH brilian untuk sedikit-demi sedikit memperkenalkan sosok the mother kepada para fans dan merebut hati para fans.Mengapa saya menuliskan kata naskah dengan huruf besar ? akan saya jelaskan dibawah dibagian mengapa saya sangat menyukai ending dari serial ini.
            Overall, season 9 ini sangat memuaskan bagi saya, duo creator nya cukup mampu memperkenalkan sosok the mother sebagai sosok yang pantas untuk ditunggu selama bertahun-tahun oleh para fans nya dan menutup kisah McLaren’s Gang ini dengan manis.

Sekarang, saya akan katakan mengapa saya sangat menyukai ending dari serial ini, walaupun mungkin sebagian besar dari para Fans sangat-sangat kecewa dan membenci ending ini.

VERY HARD SPOILER , JANGAN BACA INI BILA ANDA BELUM MENYAKSIKAN ENDING DARI SERIAL INI, ESPECIALLY 2 MINUTES TERAKHIR .


            Seperti saya katakan, bahwa season 9 ini punya naskah yang brilian dalam memperkenalkan sosok the mother.Sosok tersebut diperkenalkan seperti tanpa cacat, loveable,manis, innocent, bahkan inspiratif.Itulah mengapa banyak yang tidak rela bila akhirnya the mother akhirnya tidak berakhir seumur hidup bersama Ted.Namun bagi saya..sosok the Mother nya memang sangat sempurna.Namun tidak begitu dalam  chemistrynya dengan Ted.
            Saya tau bahwa banyak sekali yang tidak akan sependapat dengan saya, namun entah mengapa bagi saya, Milotti tidak memberikan chemistry yang kuat dalam hubungannya dengan Josh Radnor (pemeran Ted).Naskahnya brilian, tapi pemerannya tidak.Saya ingat bahwa saya jatuh cinta setengah mati kepada Robin dan Victoria dan kemudian Stella, karena chemistry mereka yang sangat luar biasa dengan Ted.Namun tidak dengan Milotti.entah mengapa semua dialog-dialog super romantis dan brilian yang hadir di antara mereka terkesan tersia-siakan dan datar.Itulah mengapa sosok the Mother tidak memberikan kesan mendalam bagi saya.
            So, apakah itu mengapa saya mendukung berakhirnya Ted dengan the Mother dan akhirnya kembali ke Robin? Hanya karena Chemistry ? No, bukan itu.
            Salah satu yang membuat saya jatuh cinta kepada HIMYM adalah, bagaimana banyak sekali pelajaran hidup inspiratif yang disampaikan tanpa menggurui.Namun tidak seperti banyak film lain, HIMYM adalah salah satu yang sangat jujur dalam memberikan kisah dan petuah.Banyak pelajaran yang disampaikan sesuai dengan realita yang ada, walaupun harus bertabrakan dengan konsep “happily ever after” yang biasa dipakai oleh film-film pada umumnya.Bila harus disebutkan, mungkin akan banyak sekali, namun salah satunya mungkin ada di season ini, ketika Ted memberitahukan bahwa, janji-janji yang biasa diucapkan oleh para pasangan, pasti akan mereka langgar pada akhirnya.Atau bagaimana kita semua selalu berjanji untuk selalu keep in touch bersama orang-orang terdekat kita, namun pada akhirnya kita sendiri akan menjauh ketika kita sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.
            Itulah mengapa saya senang ketika Ted akhirnya kembali ke Robin.Silahkan jujur, berapa banyak dari kita semua yang bisa move on dari orang yang kita cintai sepenuhnya?, apakah benar kita semua yakin bahwa pasangan yang kita nikahi adalah orang yang paling kita cintai (paling tepat mungkin, dicintai belum tentu) ?.Berapa banyak dari kita yang berharap berakhir bersama orang yang bukan pasangan kita sekarang ? atau berapa banyak kisah dari para pasangan berusia lanjut yang akhirnya menemukan pasangan mereka setelah melalui banyak hal ? itulah mengapa saya katakana ending nya kali ini adalah sebuah ending yang jujur, bukan ending yang happily ever after, and that’s why I love HIMYM.Duo creator nya menepati janji mereka bahwa Ending nya sedari dulu selalu sama, dan bukan berubah-ubah hanya untuk mengelabui spekulasi para fans.

Robin mungkin bukan pasangan terbaik untuk Ted, ( the mother jauh lebih sweet n loveable ).Tapi Dia adalah orang yang paling dicintai oleh Ted, dan itu pun di akui oleh Ted.And bagi yang mungkin kecewa dengan Barney, just remember one thing “ Boys will be Boys”, kita akan selalu  kembali ke karakter asli kita seberat apapun kita berusaha berubah..( Another Honest ending from the creator )
So, sepertinya sedikit yang berpendapat bahwa ending dari season ini adalah ending yang sempurna untuk mengakhiri serial ini.Namun bagi saya, ini adalah  penutup  terbaik dari keseluruhan cerita dari HIMYM.

Dengan berat hati I have to say that I already miss this serial..

Thank you for a wonderfull 9 season guys, thank you for all the jokes, Thank you for all the lessons..and thank you for the honesty…




6 komentar:

Dennis mengatakan...

Saya pribadi seperti Ted. Pernah juga mencintai seorang wanita dalam waktu yang lama.

And it's hard to move on, definitely. But it is possible. To move on, and to find someone new.

Justru ending dalam HIMYM menurut saya tak seberapa realistis. Saya lebih sering menemui pasangan suami-istri yang tumbuh tua bersama, daripada salah satunya mendadak mati dalam usia yang cukup muda, karena penyakit misterius yang tak ketahuan apa sebabnya pula.

Bahkan kalau ada salah satunya yang meninggalpun, saya kok ragu pasangannya akan mencari wanita old flame masa lalunya, lantas melamarnya begitu saja. Not to mention old flamenya pun tidak menikah dengan siapapun selama belasan tahun. Robin is very pretty, I find it hard to believe that she have no special someone all these years.

Dan saya ga tahu kenapa mendadak Robin memutuskan untuk keliling dunia untuk advance her career. Saya tahu Robin adalah seorang yang adventurous compared to the rest of the group, tapi ga ada indikasi yang menunjukkan karirnya mendadak saja bakalan take off begitu rupa.

Overall, I really think if HIMYM want to do that ending, then they should change the last three seasons. Dari season 6 seharusnya Barney - Robin langsung dinikahkan saja. Biarkan kalau ada problema itu ada di season 7, mungkin bercerai di season 8, dan jadi teman di season 9.

Begitu juga karakter Tracy should've been introduced dari season 6 or 7. Let her grow with the group, before taking her out, and then let Ted grieve dan baru bersama dengan Robin. Give us reasons for us to know how they'd work this time around, instead of Ted's stupidity in insisting that their doomed love will work this time around.

Or if they want to stick with the last four seasons then by all means do change the ending. It didn't work for me novry. :P

Hahaha, but hey, I'm glad you love it. At least you get a closure for your series. ;)

novry mengatakan...

"Overall, I really think if HIMYM want to do that ending, then they should change the last three seasons. Dari season 6 seharusnya Barney - Robin langsung dinikahkan saja. Biarkan kalau ada problema itu ada di season 7, mungkin bercerai di season 8, dan jadi teman di season 9."

yes..i think this is the best way

hanya mungkin bila skema ini yang dipakai,sosok mother tidak akan terlalu misterius lagi..

memang tidak dapat dipungkiri..everything happens too fast..only one season finale untuk "menjungkirbalikkan" semuanya setelah sebelum nya audience di seret-seret selama bertahun-tahun..

no wonder almost all fans angry with that conclusion..

Manuel Chriqui mengatakan...

Barusan gw ntn lg double episodes HIMYM di StarWorld dan ini rupanya udah mendekati akhir episode. Pertama gw mau bilang, sependapat dgn penulis blog ini waktu pertama kali menonton di StarWorld, walaupun bukan dr season 1. Tp sekali ntn, gw lgsg suka.
Nah, gw abis ntn td nih ( setengah jam kurang yg lalu ), lgsg gw penasaran dan cari endingnya di Internet. Knp gw penasaran, krn ada salah satu adegan yg tiba2 meruntuhkan keyakinan gw selama ini klo The Mother itu ya yg ditemui oleh Ted, yg diceritakannya terus. Adegan yg buat gw lgsg berpikr kalo pasangan Ted adalah Robin nantinya adalah saat mamanya Robin bersama Robin di balkon setelah Marshall kembali dr rmh Kapten dan mengetahui bahwa Lily sedang hamil.
Mamanya Robin klo ga salah bilang ( dlm bhs Indonesia aja ya ) : apakah kamu memiliki seseorang yang selalu ada dan bisa diandalkan?
Dan si Robin saat itu seperti berpikir dan menjawab " ada " tp dr tatapannya dan raut wajahnya sudah jelaaaasss sekali disitu yg dia maksud bukan Barney, tetapi Ted!
Dan gw flashback waktu mereka di pantai berdua ( season 9 klo ga salah, sorry gw agak2 lupa ), mereka ngomongin soal daftar 5 wanita teratas-nya Ted, dan Ted akhirnya mengakui bahwa Robin lah yg sebenarnya paling utama dan tidak ada yg lain selain Robin.
Belum lagi klo diingat2 ya, gimana Ted yg tulus merelakan Robin ga ikut bersama dia pada malam tahun baru dan Robin akhirnya menemui Barney yg melamarnya di loteng. Apakah ini adil buat Ted? Menurut gw gak, dan Ted memang layak banget bersama Robin! Cintanya yg tulus, dll aahh hebat dah menurut gw karakter2 yg ada di serial tv ini.
Dan utk bahasan endingnya, yg blm gw liat dan pasti akan gw tonton, gw absolutely setuju sependapat sepikiran. Justruuu menurut gw, this is truly good ending. Dan agak kesalnya di gw adalah, tanpa maksud menyombongkan diri, gw sering banget bisa nebak dgn bener dan pas ending film atau serial x_x

Anyway, thx banget buat yg nulis blog ini. GBU

novry mengatakan...

thank you buat apresiasi nya :)

saya lupa mention di tulisan ini juga
bahwa saya sebenarnya tidak pernah yakin dengan hubungan Barney n Robin..

dari awal dahulu hubungan nya terkesan dipaksakan dan Chemistry yang Datar..

dan melihat sifat asli masing-masing..Divorce memang sebuah akhir yang realistis..

That's why i am happy robin finally ended with Ted..


Selamat menyaksikan the final episode..

hope you enjoyed it..Gbu too.. :)

Kemal Anggorojati mengatakan...

Awalnya memang kecewa melihat ending dimana Ted kembali bersama Robin, tapi setelah mengilas balik dari season satu, nonton lagi (yang mana ga pernah ngebosenin), memang betul betul merassa kalau Tracy dn Ted ga dapet Chemistry nya, tidak se menggemaskan ketika Ted masih bersama Victoria, atau Stella. (FYI: saya jd ga suka sama Stella setelah lihat The wedding bride dimana kisah ted diputar balik sama Tony)

Bukan cuma Ted dan Robin yg punya Chemistry, barney dan Quinn juga punya chemistry yg lebih besar lagi, dan sungguh disayangkan kalau Quinn dan Barney akhirnya berpisah, because those two are legen.. wait for it.. dary.

anyhoo, disamping barney yg akhirnya tidak bersama wanita lain selain putrinya, saya puas dengan ending dari sitkom favorit saya ini

Mimi Hamada mengatakan...

Pecinta Bola Gabung di Sini

Nonton Bola Makin Seru Sama Kita

Prediksi Slovenia VS Macedonia 24 Maret 2016

Prediksi Kroasia VS Israel 24 Maret 2016

Prediksi Romania VS Lithuania 24 Maret 2016

Prediksi Polandia VS Serbia 24 Maret 2016

Prediksi Silkeborg VS Vendsyssel 24 Maret 2016

Prediksi Ponte Preta VS Mogi Mirim 24 Maret 2016